Bayi Susah BAB? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Setiap orang tua pasti akan khawatir ketika Bayi
Susah BAB. Hal ini karena biasanya untuk seorang bayi, setidaknya mereka akan
buang air besar setiap hari atau maksimal 2 kali sehari. Tentu saja ini juga
tergantung dengan asupan makanan yang dikonsumsi oleh buah hati Anda tersebut.
Untuk bayi yang masih mengonsumsi ASI eksklusif,
pada umumnya akan buang air besar sebanyak 3 – 5 hari sekali. Namun ketika bayi
Anda sudah mulai dapat mengonsumsi makanan seperti sayur atau bubur bayi, maka
Anda harus waspada ketika ia tidak BAB selama 3 hari. Lantas apa penyebab dan
bagaimana cara mengatasi Bayi Susah BAB? Untuk menjawab pertanyaan tersebut,
sebaiknya Anda simak ulasan berikut ini.
Penyebab Bayi Susah BAB
Apabila Bayi Susah BAB dalam jangka waktu 3 –
5 hari, maka kemungkinan besar ia terserang sembelit atau konstipasi. Pada
umumnya, kondisi ini akan dialami oleh bayi ketika bentuk feses mereka lebih
keras dari biasanya. Oleh karena itulah, meskipun bayi berusaha mengeluarkan
feses sambil mengejan, feses tersebut tak kunjung keluar. Bahkan biasanya hal
ini akan menyebabkan bayi menangis keras karena mengalami rasa sakit saat
hendak mengeluarkan feses tersebut.
Faktor Penyebab Bayi Sembelit
Sembelit memang merupakan salah satu masalah
yang wajar dan mungkin akan dialami oleh setiap bayi. Untuk itu, sebagai orang
tua, apabila Bayi Susah BAB, tak perlu khawatir. Yang diperlukan adalah
bagaimana langkah untuk mencegah bayi mengalami sembelit dengan melihat
beberapa faktor berikut ini:
1. Pemberian Susu Bayi
Untuk bayi yang mendapatkan asupan ASI yang
cukup, maka dapat dipastikan bahwa mereka akan lebih mudah terhindar dari
sembelit. Setidaknya jangka waktu menyusui bayi secara normal adalah hingga
mereka berumur 2 tahun.
Pada ASI, terdapat banyak sekali bakteri baik
yang dapat membantu mengurai berbagai protein yang sulit dicerna oleh tubuh. Di
samping itu, ASI juga memiliki kandungan hormon motilin yang berfungsi
meningkatkan pergerakan pada usus bayi sehingga proses pencernaan mereka pun
akan lancar. Dengan begitu, maka feses yang dihasilkan akan lebih lembut
sehingga bayi tidak akan kesulitan selama BAB.
Untuk bayi yang sudah mulai mengonsumsi
makanan keras seperti buah-buahan atau bubur, kemungkinan besar mereka akan
mengalami sembelit ketika asupan ASI harian tidak mencukupi. Selain makanan
berat, susu formula yang diberikan pun juga dapat membuat proses pembuangan
feses pada bayi juga terhambat karena protein yang dibutuhkan tidak selengkap
ASI.
Meskipun sudah banyak susu formula yang
dikhususkan untuk bayi, namun kandungan fosfor dan kalsium pada susu formula
dinilai terlalu tinggi untuk ukuran bayi. Hal ini akan menyebabkan air pada
feses ikut terserap di dinding usus yang nantinya akan menyebabkan bentuk feses
menjadi lebih keras.
2. Sistem Pencernaan Bayi yang Masih Belum Sempurna
Faktor lain yang membuat Bayi Susah BAB adalah
karena sistem pencernaan yang dimilikinya masih belum sempurna. Biasanya hal
ini akan dialami oleh bayi usia 4 bulan yang mulai diberikan makanan selain
ASI. Hal inilah yang akan membuat konsistensi feses menjadi lebih keras karena
sistem pencernaan yang dimilikinya masih belum sempurna.
Biasanya bayi usia 4 bulan yang telah
diberikan makanan padat pendamping ASI, maka konsistensi serta warna fesesnya
akan berubah tergantung dari makanan apa yang ia konsumsi. Saat bayi mulai
makan makanan padat, maka frekuensi buang air besar akan lebih jarang. Adapun
umur yang tepat ketika ingin memberikan makan pada bayi adalah ketika mereka
telah berusia 6 bulan. Dengan kata lain, sebelum bayi berusia 6 bulan, jangan
berikan makanan apapun selain ASI.
3. Dehidrasi atau Kekurangan Cairan
Untuk bayi yang mengalami dehidrasi atau
kekurangan cairan tentu tak akan mengalami susah BAB. Sebagian besar bayi yang
susah buang air besar juga disebabkan karena kurangnya cairan yang masuk ke
dalam tubuh. Meskipun seorang bayi diberikan susu formula sekalipun,
kemungkinan mereka akan mengalami susah buang air besar pun masih tetap ada.
Hal ini karena seperti yang telah dijelaskan di atas, kandungan ASI dan susu
formula sangat berbeda.
4. Luka pada Saluran Pembuangan Feses
Faktor lain yang menyebabkan Bayi Susah BAB
adalah terdapat luka pada saluran pembuangan feses. Hal ini akan membuat buah
hati Anda mengalami rasa sakit berlebih ketika hendak buang air besar karena
terjadi gesekan feses yang keras pada saluran pembuangan. Untuk kondisi yang
sudah parah, maka akan keluar bercak darah pada saluran pembuangan. Ketika hal
ini terjadi, maka sebaiknya Anda bawa buah hati Anda ke dokter untuk
mendapatkan penanganan medis yang tepat.
5. Hirschprung
Hirschprung adalah kondisi di mana terdapat kelainan organik pada syaraf usus
besar bagian bawah. Pada kondisi normal, saluran pencernaan dapat melakukan
gerakan peristaltik atau gerakan usus. Ketika bayi mengalami hirschprung, maka syaraf pada usus besar
tak dapat melakukan gerakan peristaltik sehingga saluran pembuangan pun menjadi
lebih sempit.
Hal ini nantinya akan menyebabkan terjadinya
tumpukan kotoran yang menyumbat di bagian usus bawah. Apabila dibiarkan lebih
lama, maka bayi akan mengalami risiko peradangan usus karena tumbuhnya bakteri
di dalam ususnya.
Pada bayi yang mengalami kelainan ini, maka
satu-satunya cara adalah dengan melakukan operasi untuk mengeluarkan semua
feses yang tertimbun di bagian usus paling bawah. Sebenarnya hal ini dapat
dideteksi sejak dini, yakni ketika dalam jangka waktu 2 hari setelah bayi
lahir, ia tidak dapat mengeluarkan buang air besar.
6. Mengidap Penyakit Tertentu
Meskipun kemungkinan besar Bayi Susah BAB
adalah karena sembelit, namun ada kemungkinan juga bahwa buah hati Anda
tersebut mengidap penyakit tertentu. Ini adalah hal yang jarang terjadi namun
tidak menutup kemungkinan bahwa bayi kekurangan tiroid, alergi terhadap makanan
tertentu, atau terjadi gangguan metabolisme dalam tubuh mereka.
Cara Mengatasi Bayi Susah Buang Air Besar
Kini Anda sudah mengetahui beberapa faktor
yang menyebabkan Bayi Susah BAB. Hal lain yang perlu Anda ketahui adalah
tentang bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut. Adapun beberapa cara
yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
- Apabila Anda terpaksa memberikan susu formula untuk bayi yang masih berusia di bawah 2 tahun, maka harus diperhatikan takaran yang diberikan. Mengapa? Hal ini agar konsistensi feses tidak terlalu keras. Untuk itu, lihat juga takaran tepat yang harus diberikan dari label yang terdapat pada susu formula tersebut.
- Selain itu, mintalah rekomendasi dokter tentang susu formula yang tepat diberikan pada bayi menurut usia mereka. Apabila Anda telah mendapatkan susu formula yang cocok untuk bayi, maka jangan terlalu sering mengganti merk susu formula tersebut agar tidak terjadi gangguan pencernaan baik itu sembelit atau mencret.
- Oleskan minyak bayi pada sekitar lubang pembuangan anus. Hal ini untuk mencegah terjadinya lecet pada bagian saluran pembuangan bayi. Selain itu, minyak bayi juga dapat membantu lancarnya proses pencernaan bayi.
- Ketika Bayi Susah BAB, Anda juga dapat memijat perut bayi dengan halus secara melingkar mulai dari bagian pusar hingga luar perut bayi. Untuk hasil yang maksimal, maka gunakan pula krim atau minyak bayi.
- Baringkan bayi dengan posisi terlentang dan gerakkan kaki bayi seperti halnya ia mengayuh sepeda. Langkah yang satu ini tepat dilakukan untuk melancarkan otot perut dan usus bayi agar dapat dengan mudah membantu proses pencernaan.
- Usahakan mencukupi asupan makanan sehat sebagai makanan pendamping ASI pada bayi. Anda dapat memberikan buah-buahan serta sayur-sayuran seperti pepaya, bayam, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan sari buah apel untuk mengatasi sembelit pada bayi.
Setidaknya itulah beberapa informasi tentang
faktor yang memengaruhi bayi sembelit serta cara menanganinya. Dengan mengikuti
tips tersebut, maka masalah Bayi Susah BAB pun dapat teratasi dengan mudah.
Semoga bermanfaat.
Baca Juga

Post a Comment
Post a Comment